Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Desa Sriwidadi
Musyawarah
Desa Khusus (Musdessus) Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Desa Sriwidadi
Sriwidadi,
Kamis 6 Maret 2025; Pemerintah Desa Sriwidadi menggelar Musyawarah Desa Khusus
(Musdessus) terkait Program Ketahanan Pangan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung
di Balai Desa Sriwidadi dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk
Pendamping Desa Arista Junaidi dan Yuster Hariono, Pendamping Lokal Desa Ise
Trisna, Babinsa Heri Setiadi, Pj. Kepala Desa Sriwidadi Septy Hajariyah, S.
Kep, beserta perangkat desa, Ketua BPD Qoirul beserta anggota, para Ketua RT,
serta masyarakat setempat.
Paparan Program Ketahanan Pangan
oleh Pj. Kepala Desa
Dalam
musyawarah ini, Pj. Kepala Desa Sriwidadi, Septy Hajariyah, S. Kep, memaparkan
program ketahanan pangan untuk tahun 2025. Salah satu poin utama yang
disampaikan adalah adanya perubahan mekanisme pengelolaan program ketahanan
pangan yang tidak lagi dikelola langsung oleh Pemerintah Desa, melainkan oleh
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan
efektivitas dan profesionalitas dalam pengelolaan program agar lebih
berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, serta
sebagai penyumbang PAD Desa.
Paparan dari Pendamping Desa:
Perubahan Regulasi Ketahanan Pangan 2025
Pendamping
Desa Yuster Hariono menjelaskan bahwa terdapat perubahan regulasi dalam
pengelolaan ketahanan pangan tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Regulasi terbaru menetapkan bahwa pengelolaan program ketahanan pangan tidak
lagi berada di bawah Pemerintah Desa, tetapi akan dikelola oleh lembaga ekonomi
desa, seperti Bumdes, Lembaga Ekonomi Desa, maupun Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)
Desa. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian desa dalam sektor
pangan serta memperkuat ekonomi masyarakat.
Diskusi dan Penentuan Prioritas
Program Ketahanan Pangan 2025
Musyawarah
yang dipandu oleh Pendamping Desa Arista Junaidi juga disertai dengan sesi
diskusi bersama masyarakat. Dalam sesi ini, peserta musyawarah berkesempatan
untuk menyampaikan usulan dan pendapat mengenai prioritas program ketahanan
pangan yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
Setelah
melalui diskusi yang konstruktif, musyawarah desa sepakat untuk memfokuskan
alokasi dana ketahanan pangan pada sektor peternakan. Dua jenis ternak yang
diprioritaskan dalam program ini adalah:
- Penggemukan
Ternak Sapi
– Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi daging sapi di desa
serta memberikan tambahan penghasilan bagi peternak.
- Ternak
Bebek –
Selain mendukung diversifikasi pangan, program ini juga bertujuan untuk
meningkatkan produksi telur bebek sebagai salah satu komoditas unggulan
desa.
Harapan Ke Depan
Dengan
adanya perubahan mekanisme pengelolaan program ketahanan pangan yang lebih
terstruktur melalui Bumdes, masyarakat Sriwidadi berharap program ini dapat
berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, diharapkan pengelolaan
yang lebih profesional akan memberikan manfaat jangka panjang bagi
kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan desa.
Musdessus
ini menjadi langkah awal bagi Desa Sriwidadi dalam mengimplementasikan
kebijakan ketahanan pangan yang lebih inovatif dan berdaya saing. Pemerintah
Desa bersama dengan Bumdes dan lembaga ekonomi desa lainnya berkomitmen untuk
menjalankan program ini secara transparan dan akuntabel demi kemajuan dan
kesejahteraan masyarakat Sriwidadi.




Komentar
Posting Komentar